Rabu, 14 Desember 2022

TUGAS P5 D24

  H23

RABU 7 DESEMBER 2022


Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

 

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 152 sampai dengan 159.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:







TUGAS P5 D23

 H23

SELASA 6 DESEMBER 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 145sampai dengan 152.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:

Etika Berbicara


Berbicara merupakan suatu kebutuhan pokok setiap manusia. Berbicara merupakan salah satu cara yang efektif bagi kita untuk berkomunikasi. Dengan berbicara, kita dapat menyampaikan maksud dan tujuan serta buah pikiran dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu, kita harus selalu memerhatikan cara berbicara maupun isi dan materi yang akan disampaikan. Janganlah sampai ungkapan "banyak bicara banyak berdosa" menguasai pikiran kita. Maksud seseorang hendak mengkomunikasikan sesuatu malah menjadi suatu ajang memperpanjang daftar dosa. Semoga kita terhindar dari hal yang demikian.

Ada beragam macam etika, adab, dan sopan santun dalam berbicara yang perlu dipahami dan diikuti oleh masyarakat luas. Salah satu macam etika yang dapat kita contoh adalah adab berbicara di Minangkabau, Sumatera Barat, yang dikenal dengan "Kato nan Ampek". Adab berbicara di Minangkabau itu sendiri dibedakan nenjadi empat (ampek) jenis audiens atau mitra komunikasi sebagai berikut.

1. Kato Mandaki

Pemilihan kata dan adab yang digunakan bila kita berkomunikasi dengan orang yang lebih tua atau dituakan dan lebih dihormati karena jabatan dan kedudukannya.

2. Kato Mandata

Pemilihan kata dan adab yang digunakan apabila kita berkomunikasi dengan teman sebaya atau rekan kerja.

3. Kato Malereng

Pemilihan kata dan adab yang digunakan apabila kita berkomunikasi dengan orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan kita dan keluarga seperti ipar, besan, sumando, dan mamak rumah.

4. Kato Manurun

Pemilihan kata dan adab yang digunakan apabila kita berkomunikasi dengan orang yang lebih muda ataupun kepada bawahan.









AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.



 



TUGAS P5 D22

 H22

SENIN 5 DESEMBER 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 138 sampai dengan 144.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:


Faktor-Faktor yang Memengaruhi Komunikasi


1. Perkembangan
Untuk berkomunikasi efektif dengan seseorang, seorang bidan harus memahami pengaruh perkembangan usia, baik dari sisi bahasa maupun proses berpikir orang lain.

2. Persepsi
Persepsi merupakan pandangan pribadi seseorang terhadap suatu peristiwa yang terjadi.

3. Nilai
a. Nilai merupakan standar yang dapat memengaruhi perilaku seseorang untuk menyadari suatu penilaian seseorang.
b. Perbedaan penilaian tersebut dapat dilihat pada contoh berikut. Misalnya, seorang klien memandang bahwa aborsi merupakan perbuatan dosa, sementara bidan memandang aborsi bukanlah perbuatan dosa

4. Latar Belakang Sosial Budaya
Latar belakang seseorang akan sangat memengaruhi bagaimana bahasa dan gaya komunikasi tercipta. Faktor sosial dan budaya juga dapat membatasi cara bertindak dan berkomunikasi seseorang.
  

5. Emosi
Emosi merupakan perasaan subjektif seseorang mengenai suatu peristiwa. Emosi marah, sedih, maupun senang dapat memengaruhi seseorang dalam berkomunikasi dengan orang lain.

6. Jenis Kelamin
Setiap manusia dengan jenis kelamin berbeda yang berbeda pula. mempunyai gaya komunikasi yang Seseorang dengan jenis kelamin perempuan akan memiliki perbedaan gaya komunikasi dengan seseorang dengan jenis kelamin laki laki.

7. Pengetahuan
Tingkat pengetahuan yang dimiliki seseorang sangat memengaruhi komunikasi. Seseorang dengan tingkat pengetahuan yang rendah akan kesulitan merespons pertanyaan yang mengandung bahasa verbal daripada seseorang dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. 

8. Peran dan Hubungan
Peran dan hubungan antar-individu yang sedang berkomunikasi memengaruhi gaya berkomunikasi seseorang.

9. Lingkungan
Lingkungan dapat memengaruhi interaksi komunikasi yang efektif. Suasana yang gaduh dan ramai, akan menimbulkan ketegangan dan ketidaknyamanan dalam berinteraksi satu sama lain.

10. Jarak
Jarak dapat memengaruhi bagaimana suatu komunukasi dapat berjalan. Pada jarak tertentu akan memberi rasa yang aman dan sesuai kontrol.

11. Citra Diri
Setiap manusia pasti memiliki suatu gambaran tertentu mengenai identitas diri, status sosial, kelebihan, dan kekurangannya. Identitas diri itulah keluar dalam suatu komunikasi membentuk citra yang diri seseorang. 

12. Kondisi Fisik
Kondisi fisik juga mempunyai pengaruh besar terhadap gaya komunikasi seseorang. Artinya, bagaimana kondisi indra pendengaran dan pembicaraan seseorang memberikan andil terhadap kelancaran dalam berkomunikasi.



AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.




TUGAS P5 D21

H21

MINGGU 4 DESEMBER 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 131 sampai dengan 138.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:


Menanggapi dengan bertanya kembali pada pembicara


Memberikan tanggapan dengan cara ini dapat membantu lawan bicara untuk lebih mandiri dan memikirkan hal yang terbaik untuk dirinya sendiri. Beberapa lawanbicara akan selalu mempertanyakan keputusan kita dalam berbagai hal, dan ada juga lawan bicara yang sebenarnya sudah memiliki jawabannya sendiri tetapi tetap bertanya kepada kita. Cobalah dengan cara bertanya kembali agar lawaan bicara bisa mempertimbangkan keputusannya sendiri atau memancingnya untuk bertukar pikiran dengan kita. Contoh respons bertanya kembali dapat dilakukan dengan kalimat "kalau menurutmu sendiri bagaimana?" atau "posisikan aku yang bertanya padamu, kira-kira kamu mau menyarankan apa?".

Beberapa respons tersebut dapat membuat lawan bicara berpikir kembali mengenai apa yang sebaiknya dilakukan. Bergantung pada orang lain itu baik, namun melakukannya secara terus menerus dan menjadi ketergantungan pada orang lain dapat mempersulit diri sendiri untuk membuat keputusan di kemudian hari.


 Tidak menanggapi


Mungkin Anda bertanya-tanya, sopankah kita jika tidak menanggapi pertanyaan atau pembicaraan orang lain? Tidak menanggapi dalam hal ini bukan berarti tidak ada respons sama sekali yang kita lakukan. Tidak menanggapi di sini lebih pada Anda menunjukkan bahwa Anda mendengarkan, tapi Anda tidak berusaha membuat keputusan karena mereka telah membua keputusan mereka sendiri.

Sering kali banyak orang mengalami pembicaraa dengan tipe ini. Ada kalanya seorang lawan bicara adalah teman-teman yang aktif berbicara dan ingin menceritakan kehidupannya. Biasanya seseorang akan bilang "oke" daripada "iya", karena mereka bercerita bukan mengenai masalah, namun mengenai ide, gagasan, mimpi, atau solusi mengenai suatu permasalahan.

Tidak menanggapi juga merupakan cara yang baik menghadapi lawan bicara yang senang menjawab dan menanggapi pembicaraannya sendiri. Beberapa cara tersebut perlu diketahui kapan sebaiknya dilakukan dan semua cara tersebut perlu dilatih. Pahami kepribadian lawan bicara terlebih dahulu agar tanggapan yang dilakukan juga sesuai.






AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.


 


 

TUGAS P5 D20

 H20

SABTU 3 DESEMBER 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 125 sampai dengan 131.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:

Menganggapi Pertanyaan dengan Baik


Pernahkah Anda merasa bingung ketika menghadapi banyak pertanyaan? Atau ketika sudah menjawab pertanyaan, lawan bicara Anda justru menanggapi seperti berikut:

"Kamu nggak mengerti masalahnya!"

"Bukan begitu maksudku!"

"Tapi kan..."

"Tadi kan aku sudah bilang kalau..."

Jika lawan bicaramu berkata seperti itu, ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu tanggapanmu belum dilakukan dengan cara yang benar atau lawan bicaramu memang tidak membutuhkan tanggapan. Berbeda kepribadian, berbeda pula tanggapannya. Berbeda masalah, berbeda pula cara menanggapinya. Menanggapi atau merespons merupakan kegiatan memberikan timbal balik pada lawan bicara secara personal. Karena sifatnya yang personal, biasanya tanggapan merupakan saringan dari pengalaman yang telah dialami sebelumnya dan setidaknya telah membantu seseorang dalam meng- atasi masalahnya sen- diri.

Menanggapi dilakukan selama dan setelah pembicaraan terjadi. Menanggapi ada dalam bentuk verbal dan nonverbal.

Menurut Margaret Imhof dalam buku West & Turner (2009 terdapat dua jenis pendengar, yakni pendengar yang baik da buruk. Pendengar yang baik akan memberikan tanggapa sambil melakukan kontak mata dan menunjukkan posisi tubu menghadap lawan bicara. Pembicara yang buruk akan serin mengambil kesimpulan sendiri, berbicara mengenai diriny sendiri, posisi tangan yang dilipat, dan posisi tubuh jauh da pembicara, serta memiliki kebiasaan menyela pembicaraa orang lain.

Menanggapi pertanyaan tidaklah semudah ya dibayangkan. Dalam aktivitas mendengarkan, kita dap menanggapi dengan berbagai cara, seperti menanggapi sesu dengan apa yang ingin lawan bicara dengar, menanggapi deng fakta atau kebenaran, menanggapi dengan bertanya kemb pada pembicara, dan bahkan bisa juga tidak menanggapi sa sekali karena pembicara tidak membutuhkan tanggapan.

- Menanggapi sesuai dengan apa yang ingin lawan bicara dengar
- Menangapi dengan fakta ataupun realita








AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.











Jumat, 02 Desember 2022

TUGAS P5 D19

 H1

JUMAT 2 DESEMBER 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 117 sampai dengan 124.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:

Apa yang Perlu Didengarkan?


Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang bersifat kolektif sehingga masyarakat lebih mementingkan hidup bersama dan menempatkan manusia sebagai pribadi lebih penting daripada waktu. Namun di lain kesempatan, ada juga ditemukan orang-orang yang berbicara hingga tidak kenal lelah dan tidak kenal waktu. Jenis orang seperti inilah yang melakukan dominasi pembicaraan terus-menerus atau memaksa orang lain mendengarkan keluh kesahnya walaupun orang lain tersebut sedang sibuk dan banyak pikiran.

Sebagai pendengar, Anda pasti akan berusaha mendengarkan dengan baik, namun jika cerita lawan bicaramu tidak menarik, berulang-ulang, dan sulit dipahami, maka Anda pun akhirnya akan bosan dan mengantuk. Lalu bagaimana jika tiba-tiba lawan bicaramu meminta saran ketika otakmu sudah lelah dan tidak tahu alur ceritanya? Bagaimana Anda akan menanggapi?

Kejadian seperti ini perlu diantisipasi. berikut ada enam poin yang perlu diperhatikan agar Anda dapat terbebas dari masalah seperti di atas. Enam poin tersebut ialah 5W+1H, apa sajakah itu?

1. What
2. When
3. Where
4. Who
5. Why
6. How

Meskipun otak manusia bekerja sangat cepat dalam menerima pesan, namun pada akhirnya hanya sedikit yang dapat diingat oleh otak. Maka 5W+1H ini dapat membantu seseorang dalam mengingat inti pembicaraan. Kita tidak perlu mendengarkan secara detail seluruh cerita, namun kita dapat memahami inti dari masalah dengan enam poin tersebut.

Setelah paham poin-poin apa yang perlu didengarkan, coba dipraktikkan langsung dengan lawan bicaramu. Saat ia sedang bercerita, tanyakan keenam poin tersebut, sehingga lawan bicaramu mengetahui bahwa Anda memerhatikan. Lakukan pertanyaan dengan nada pelan, bukan tegas seolah menginterogasi agar lawan bicaramu merasa nyaman, bukan malah merasa terintimidasi. Jika Anda bukan orang yang mudah fokus, hindari pertanyaan "bagaimana" pada orang yang senang berbicara.






AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.




Kamis, 01 Desember 2022

TUGAS P5 D18

  H18

KAMIS 1 DESMBER 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 112 sampai dengan 117.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:

Bahasa Tubuh

a) Mata

Mata merupakan jendela hati dan menurut sebagian besar orang, mata dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong atau tidak. Beberapa isyarat yang ditunjukkan mata sangat berpengaruh pada reaksi orang yang diberikan isyarat. Lirikan mata yang dilakukan antara perempuan dan laki-laki mengandung arti yang berbeda dengan lirikan mata yang dilakukan antara sesama laki-laki ataupun sesama perempuan.

Mata merupakan indra yang memiliki isyarat paling penting dalam bahasa tubuh. Ketika seseorang sedang mengingat hal yang pernah terjadi, mata akan menatap ke langit-langit. Saat seseorang berbicara jujur, maka mata akan melihat ke kiri karena memori biasanya disimpan di otak bagian kiri. Sebaliknya ketika seseorang sedang berbohong, maka sesekali mata akan melihat ke kanan karena membutuhkan otak kanan untuk membuat sesuatu yang kreatif. Menutup mata saat menjawab pertanyaan dapat menandakan bahwa orang tersebut sedang memilah-milah bagian cerita mana yang mau ditutupi dan yang akan diceritakan.

Kedipan mata juga dapat menunjukkan bahwa mitra bicara merasa nyaman atau tidak. Dalam kondisi normal pada umumnya, orang akan mengedipkan matanya 6-8 kali per menit. Jika seseorang mengedipkan mata lebih dari 6-8 kali, maka dapat menandakan bahwa seseorang tersebut sedang panik atau sedang mengalami stress.

b) Tangan

Hampir keseluruhan aktivitas kegiatan manusia dilakukan dengan tangan. Mengambil barang, mengangkat barang, mengetik, menulis, menyikat, dan berbagai kegiatan lainnya. Tangan membantu manusia menyelesaikan banyak hal.

Sama halnya dengan mata, tangan juga mempunyai gerakan nonverbalnya sendiri. Bedanya, karena tangan terbiasa bergerak melakukan banyak hal, maka gerakan tangan seolah menjadi alami dan kadang tidak bermakna sesuatu. Namun, ada beberapa pola gerakan tangan yang kadang dilakukan sebagai bentuk aktivita nonverbal yang dilakukan.

ketika mendengarkan dapat

Posisi tangan mengisyaratkan apakah pendengar merasa nyaman atau tidak. Jika pendengar menjadikan tangan sebaga penyangga kepala, maka hal itu menandakan bahwa i merasa bosan dengan apa yang dibicarakan. Begitu pula saat tangan menyentuh telinga, dapat diartikan bahwa apa yang dikatakan telah berulang kali disampaikan hingga pendengar bosan mendengarkan. Ketik mencondongkan tubuh dan menyangga kepala dengan tangan, dapat menandakan Anda tertarik dengan pembicaraan. Tangan yang menyentuh hidung jug dapat menandakan bahwa Anda sedang berbohong atau menyembunyikan sesuatu.

Untuk menunjukkan bahwa Anda pendenga yang terbuka dan nyaman dengan posisimu sebaga pendengar, buat posisi tanganmu terbuka dan janga melipat tangan di depan dada. Condongkan tubuhm sedikit ke depan agar Anda terlihat tertarik denga obrolan yang sedang terjadi.






AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.