H13
SABTU 26 November 2022
Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik
Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 81 sampai dengan 87.
Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:
1. Pseudolistening
Pseudolistening (baca: sudolisning) adalah berpura- pura mendengarkan orang lain. Jenis ini sering terjadi ketika kita mendengarkan orang lain, namun pikiran kita melayang entah ke mana. Mendengar pseudolistening sering dilakukan ketika kita tidak tertarik dan tidak paham dengan isi pembicaraan, namun harus tetap terlihat baik agar tidak melukai perasaan mitra bicara. Anggaplah seakan-akan mitra bicara sedang bicara dengan sebuah patung. Anda bisa melihat wujudnya, namun ia tidak ada di sana.
2. Monopoli pembicaraan
Monopoli pembicaraan dilakukan oleh orang yang biasanya aktif berbicara daripada aktif mendengarkan. Ada dua taktik yang biasa dilakukan saat terjadi obrolan. Yang pertama, pendengar mengubah arah percakapan, seperti contoh berikut. A: Aku lelah ngurusin pacarku...
B: Iya susah banget ngurusin pacar. Pacarku tuh sukanya ngelakuin ini, terus itu, nyebelin banget, kan! Pernah dia bla bla bla...
A: Iya, padahal aku juga butuh diperhatiin.
B: Kamu kan bisa ngomong ke dia. Aku tuh kalau ngomong sama pacarku malah jadi bla, bla, bla...
Terlihat bagaimana A yang perlu bercerita ke B, namun B tidak tertarik dengan apa yang dibicarakan oleh A. B hanya membicarakan diri sendiri pada akhirnya A lah yang mendengarkan B. yang
Taktik yang kedua adalah menginterupsi dan mengubah topik pembicaraan. Biasanya orang yang melakukan ini akan menolak argumen mitra bicara, lalu mengganti topik pada hal lain yang menarik perhatian si pendengar. Kedua taktik merupakan hal yang berkebalikan dari sikap mendengarkan yang baik
3. Selective Listening
Selective listening yaitu memilih fokus hanya pada beberapa bagian tertentu dari percakapan. Namun secara naluriah, kita tidak mungkin mendengarkan seluruh bagian cerita, misalnya Cila menghindari percakapan mengenai hubungan asmaranya. Proses memilih apa yang mau didengarkan terjadi ketika kita berhadapan dengan informasi yang ingin kita hindari, misalnya seorang perokok menghindari berita mengenai kasus kematian racun nikotin. Kita semua memiliki informasi yang ingin dihindari, namun tidak baik apabila kita terlalu memilah semua informasi
4. Defensive Listening
Mara dan Nari adalah sepasang sahabat. Ketika Nari ulang tahun, Mara memberikan tas kepada Nari sebagai hadiah. Nari melihat tas yang diberikan Mara dan berkata, "Wah, tasnya lucu banget. Ini sama seperti yang diberikan Rani, hanya lebih sederhana!" Mara pun menanggapinya dengan berkata, "Wah, maaf ya kalau terlalu sederhana. Tahun depan aku berikan kado yang lebih bagus deh!" Pernyataan ini merupakan bentuk dari defensive listening. Kita merasa orang lain tidak menyukai diri kita, walaupun mungkin orang lain tidak berniat begitu.
5. Ambushing Listening
Ambushing adalah proses mendengarkan dengan saksama, tetapi bertujuan untuk menyerang mitra bicara. Pendengar yang ambushing akan memerhatikan dengan detail setiap hal yang Anda bicarakan dan mencari celah untuk menyerang. Biasanya ambushing dilakukan saat sesi tanya jawab dalam presentasi. Ingat ya, kita sedang belajar melakukan komunikasi dengan cara mendengarkan, bukan melakukan debat kusir untuk melihat siapa yang menang dan siapa yang kalah.
6. Literal Listening
Bentuk terakhir non-mendengarkan adalah literal listening, yaitu hanya mendengarkan dengan fokus pada isinya saja, tanpa memerhatikan hubungan. Ketika mendengar secara harfiah, kita menjadi tidak peka dengan perasaan orang lain dan hubungan kita dengan mitra bicara. Model ini membuat kita tidak berusaha memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan.
Perlu disadari, secara sengaja maupun tidak sengaja, kita pernah melakukan atau bahkan sering kali tidak mendengarkan orang lain sedang berbicara. Dalam bab selanjutnya akan dibahas mengenai cara mendengarkan dengan baik dan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kehilangan fokus ketika berbicara dengan orang lain.
AFIRMASI
Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab.Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar