H11
KAMIS 24 November 2022
Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik
Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 66 sampai dengan 73.
Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:
1. Universalism vs Particularism
(Bagaimana orang menghadapi hubungan)
Universalism
Orang yang berfokus pada hukum aturan, nilai, dan kewajiban sering kali tidak mengutamakan hubungan dengan orang lain. Orang-orang yang menganut universalism cenderung konsisten dan menepati janji. Mereka orang-orang yang kelihatan kaku karena semua dilakukan berdasarkan prosedur. Namun dengan begitu, keputusan mereka akan jelas dan tepat.
Particularism
Orang yang melihat dengan cara particularism akan melihat dan memberi keputusan sesuai dengan kondisi yang ada. Mereka tidak didikte dengan aturan karena orang-orang particularism ini bersifat fleksibel. Mereka akan menghargai suatu hubungan dan memberikan waktu mereka untuk membangun relasi dengan orang lain agar dapat memahami orang tersebut.
2. Individualism vs Communitarianism
(Bagaimana orang berhubungan dengan orang lain)
Individualism
Seseorang yang menganut paham individualisme lebih mementingkan kebebasan dan pencapaian yang didapat dari usaha sendiri. Mereka menekankan orang-orang untuk menjadi kreatif dan dapat belajar dari kesalahan mereka sendiri. Budaya ini diterapkan di Amerika dan Inggris. Biasanya, ikatan tentang kekeluargaan menjadi tidak begitu penting. Yang menjadi fokus adalah keluarga inti, bukan keluarga besar. Anak-anak diajarkan untuk memilih keputusan mereka sendiri sejak dini dan mencari jawaban mereka sendiri.
Orang-orang yang individualis seperti di Amerika mengekspreksikan kebebasan dengan pergi kemanapun tanpa bergantung dengan jadwal fasilitas transportasi (seperti bus atau kereta).
Communitarianism
Orang-orang communitarianism percaya bahwa mereka tidak dapat berjuang sendiri sehingga memutuskan untuk membentuk kelompok. Mereka berpikir bahwa lebih penting dibandingan individu. Ketika seorang anggota terus mengikuti kelompok, kelompok akan memberikan rasa aman dan bantuan bagi orang tersebut. Kelompok ini memiliki ciri khas tertentu. Di Indonesia, salah satu contohnya adalah penggunaan marga. Marga menunjukkan bahwa Anda adalah bagian dari sebuah anggota keluarga besar.
AFIRMASI
Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab.
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar