H16
SELASA 29 November 2022
Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik
Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 100 sampai dengan 105.
Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:
Diam Penuh Perhatian
Pendengar perlu belajar nilai keheningan dalam suatu percakapan dengan membebaskan pembicara untuk berpikir, merasa, dan mengekspresikan dirinya sendiri.
"Permulaan hikmat adalah diam, dan tahap kedua dalam mendengarkan," kata bijak dari seorang Ibrani. Kebanyakan dari pendengar selalu berbicara terlalu banyak. Mereka mungkin berbicara sebanyak atau bahkan lebih dari orang yang mencoba untuk berbicara. Belajar seni memerhatikan dalam diam sangat penting untuk menjadi pendengar yang baik. Setelah sekian banyak pembicaraan yang didominasi seseorang, orang lain tidak bisa menjelaskan masalahnya jika Anda yang melakukan semua pembicaraan.
Keheningan dalam cinta ini adalah ketidakpedulian, bukan hanya kemiskinan untuk mengatakan sesuatu. Ini adalah bentuk positif dari dalam diri ketika berkomunikasi. Sama seperti diam diperlukan untuk mendengar jantung berdetak sehingga diam merupakan media di mana suara hati didengar.
Sayangnya, kebanyakan orang dapat meningkatkan kenyamanan mereka dengan diam dalam waktu yang relatif singkat. Namun, ketika orang mencari tahu apa yang harus dilakukan dalam diam, mereka menjadi jauh lebih tenang dalam menggunakan bahasa verbal untuk komunikasi.
Pendengar yang efektif belajar untuk berbicara pada situasi yang sesuai, dapat diam untuk memberikan respons yang tepat, dan merasakan aktivitasnya dengan perasaan yang nyaman. Para pendengar yang baik akan menjadi mahir dalam memberikan tanggapan verbal, sementara itu pada situasi yang lain juga semakin mahir dalam mengatur waktu dan keheningan sehingga mejadi percakapan kreatif.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar