Rabu, 30 November 2022

TUGAS P5 D17

 H17

RABU 30 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 106 sampai dengan 112.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:

Meningkatkan Komunikasi Nonverbal

         Interprestasi mitra bicara mengenai komunikasi nonverbal bersifat subjektif. Komunikasi nonverbal merupakan hal yang kompleks dan tidak dapat dirumuskan hanya dengan teks tertulis. Maka dari itu, tidak ada hal yang dapat menjelaskan atau menguraikan secara pasti mengenai bahasa nonverbal yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Penting untuk diketahui bahwa gerakan nonverbal yang akan dibahas merupakan sebuah generalisasi atau kondisi yang dilakukan secara umum dan sering terjadi berulang kali. Hal ini dikarenakan komunikasi nonverbal bersifat ambigu dan pribadi sehingga gerakan nonverbal ini tidak dapat diinterpretasikan dengan pasti karena adanya faktor personal dan kontekstual.


         Memerhatikan bahasa tubuh orang lain, seperti mengetuk-ngetuk jari di meja, mengibaskan rambut, melipat kedua tangan di dada, dan memainkan kuku tangan mereka? Beberapa contoh gerakan tubuh tersebut merupakan isyarat isyarat yang dapat terlihat jelas oleh mata. Secara sengaja maupun tidak sengaja, kita melakukan gerakan-gerakan isyarat atau bahasa tubuh yang menjelaskan suatu kondisi tubuh, pikiran, serta emosi diri pada saat itu.

         Ketika mendengarkan orang lain berbicara, tubuh pun tanpa sadar dapat bereaksi menunjukkan apakah hal yang Anda dengar menarik dan menyenangkan atau tidak. Beberapa isyarat tubuh tidak dapat dilihat secara kasatmata karena biasanya hanya terjadi dalam hitungan detik. Namun, beberapa isyarat tubuh tersebut juga bisa sangat jelas terlihat dan dapat dipelajari. Beberapa bahasa tubuh yang akan dibahas di bawah ini merupakan bahasa tubuh yang khas dilakukan saat terjadi pembicaraan yang l bersifat personal.











AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.


Selasa, 29 November 2022

TUGAS P5 D16

  H16

SELASA 29 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 100 sampai dengan 105.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:

Diam Penuh Perhatian


Pendengar perlu belajar nilai keheningan dalam suatu percakapan dengan membebaskan pembicara untuk berpikir, merasa, dan mengekspresikan dirinya sendiri.

"Permulaan hikmat adalah diam, dan tahap kedua dalam mendengarkan," kata bijak dari seorang Ibrani. Kebanyakan dari pendengar selalu berbicara terlalu banyak. Mereka mungkin berbicara sebanyak atau bahkan lebih dari orang yang mencoba untuk berbicara. Belajar seni memerhatikan dalam diam sangat penting untuk menjadi pendengar yang baik. Setelah sekian banyak pembicaraan yang didominasi seseorang, orang lain tidak bisa menjelaskan masalahnya jika Anda yang melakukan semua pembicaraan.

Keheningan dalam cinta ini adalah ketidakpedulian, bukan hanya kemiskinan untuk mengatakan sesuatu. Ini adalah bentuk positif dari dalam diri ketika berkomunikasi. Sama seperti diam diperlukan untuk mendengar jantung berdetak sehingga diam merupakan media di mana suara hati didengar.

Sayangnya, kebanyakan orang dapat meningkatkan kenyamanan mereka dengan diam dalam waktu yang relatif singkat. Namun, ketika orang mencari tahu apa yang harus dilakukan dalam diam, mereka menjadi jauh lebih tenang dalam menggunakan bahasa verbal untuk komunikasi.

Pendengar yang efektif belajar untuk berbicara pada situasi yang sesuai, dapat diam untuk memberikan respons yang tepat, dan merasakan aktivitasnya dengan perasaan yang nyaman. Para pendengar yang baik akan menjadi mahir dalam memberikan tanggapan verbal, sementara itu pada situasi yang lain juga semakin mahir dalam mengatur waktu dan keheningan sehingga mejadi percakapan kreatif.











AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.




Senin, 28 November 2022

TUGAS P5 D15

 H15

SENIN 28 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 94 sampai dengan 100.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:

   Frekuensi Pertanyaan

Pertanyaan merupakan sebuah bagian integral interaksi verbal di dalam masyarakat. Sebuah sebuah kekuatan dan keterbatasan. Relatif sedikit orang di pertanyaan memiliki dalam budaya kita yang tahu bagaimana pertanyaan yang efektif tersebut. Kita sering mengandalkan pertanyaan berlebihan dan menggunakan tema buruk. Sebuah pertanyaan biasanya berfokus pada perspektif, maksud, dan kekhawatiran pendengar, bukan pada orientasi pembicara.

Terdapat beberapa perbedaan antara pertanyaan tertutup dan terbuka. Pertanyaan tertutup membuat pembicara langsung memberikan respons, memiliki spesifikasi yang pendek, dan dapat dijawab dengan satu kata seperti "ya" atau "tidak". Sementara itu, pertanyaan terbuka memberikan suatu ruang bagi pembicara untuk menjelajahi pikirannya tanpa dikelilingi terlalu banyak kategori pendengarnya. Pertanyaan tertutup berbentuk seperti pertanyaan benar dan salah atau pertanyaan tes pilihan ganda, sedangkan pertanyaan-pertanyaan yang terbuka berbentuk seperti pertanyaan esai.

Pertanyaan terbuka biasanya lebih disukai karena tidak menyarankan agenda kepada orang yang memulai suatu interaksi. Bila digunakan terampil dan jarang, pertanyaan terbuka juga dapat membantu pendengar lebih memahami pembicara tanpa mengarahkan pembicaraan.

Dalam laporan studi oleh Moreland, Phillips, dan Lockhart, mereka menuliskan bahwa hal yang paling penting dalam pemberian pertanyaan-pertanyaan terbuka adalah konsep siapa yang memimpin wawancara. Sementara itu, pewawancara mengajukan pertanyaan- pertanyaan pada saat menggunakan keterampilan ini. Pertanyaan yang diajukan biasanya seputar permasalahan klien atau kekhawatiran pewawancara dalam mengatasi klien. Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dirancang dengan tujuan untuk membantu klien mengklarifikasi masalah sendiri daripada menyediakan informasi bagi pewawancara. Jika pewawancara hanya bergantung pada pertanyaan tertutup dalam struktur wawancara, biasanya dia dipaksa untuk berkonsentrasi begitu keras memikirkan pertanyaan berikutnya yang memungkinkan ia gagal untuk mendengarkan dan menghadapi klien.
 
Selain memilih pertanyaan terbuka daripada pertanyaan tertutup, penting untuk menanyakan satu pertanyaan pada satu waktu. Ketika ada dua atau lebih pertanyaan yang diminta secara berurutan, pertanyaan terakhir biasanya merupakan pertanyaan tertutup. Kecenderungan untuk meminta lebih dari satu pertanyaan tampaknya terkait dengan ketidakpastian dalam kuesioner.

Pengalaman di dalam belajar keterampilan komunikasi menunjukkan bahwa kebanyakan dari orang bertanya terlalu banyak. Menempatkan beberapa pertanyaan dalam percakapan dalam berinteraksi membuat kecenderungan menempatkan seorang pendengar sedikit berlawanan dengan pembicara untuk mendikte arah pembicaraan daripada memberikan kesempatan pembicara untuk menjelajahi situasinya dengan caranya sendiri. Hampir semua orang akan selalu menjadi pendengar yang lebih baik jika ia mengajukan pertanyaan yang lebih sedikit. Selanjutnya, pertanyaan yang paling mudah diekspresikan sebagai pernyataan dan yang melakukannya secara umum jauh lebih produktif dalam percakapan daripada pertanyaan berulang.

Ketika seseorang menyerah pada sebuah pertanyaan, biasanya mereka akan merasa sangat tidak nyaman. Mereka mungkin akan merasa percakapan yang terjadi semakin melebar karena periode yang lebih dari keheningan. Keterampilan akan diajarkan dalam sebuah bagian buku ini yang dapat membantu Anda menahan diri dari mengajukan pertanyaan terlalu banyak dan tidak merasa terlalu banyak kekosongan dalam percakapan.



AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.






TUGAS P5 D14

  H14

MINGGU 27 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 87 sampai dengan 93.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:


Hambatan Lingkungan

Memberikan sebuah perhatian penuh pada satu orang sepertinya akan menjadi sulit jika berada dalam lingkungan yang terdapat gangguan. Lingkungan undistracting merupakan suatu hambatan fisik yang signifikan dan dapat mengganggu proses percakapan.

Upaya pendengar untuk mengatasi sebuah gangguan lingkungan di rumah bisa dilakukan dengan mematikan TV atau stereo yang ada ruangan. Hal tersebut dilakukan untuk menyediakan lingkungan yang bebas gangguan dalam proses komunikasi. Bila perlu, penerima telepon dapat mematikan alat komunikasinya jika ada sebuah panggilan dan dapat pula dengan memberikan sebuah tanda "Do Not Disturb" yang ditempelkan di depan pintu. 

Jika berada di dalam kantor, untuk meminimalkan gangguan dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti menutup pintu, mematikan musik, dan memerintahkan sekretaris untuk menolak panggilan telepon sampai percakapan selesai.

 Mengurangi adanya hambatan fisik juga dapat mendorong komunikasi untuk berjalan lebih baik. AC White dalam penelitian yang pernah dilakukannya juga menemukan bahwa 55% dari pasien dapat duduk tenang jika tidak ada meja yang memisahkan antara pasien dan dokter. Selain itu, 10% pasien mengalami adanya gangguan komunikasi ketika terdapat meja yang memisahkan antara pasien dengan dokter. Bagi sebagian orang, meja dikaitkan dengan sebuah posisi kekuasaan yang dapat memicu perasaan kelemahan atau permusuhan.

 Agar suatu komunikasi interaksi dapat berjalan lancar, Sebaiknya tidak perlu ada sesuatu atau barang yang memisahkan diantara pendengar dan pembicara. Hal ini dikarenakan jika terdapat sebuah penghalang yang memisahkan di antara keduanya, maka masing-masing pihak akan merasa kesulitan untuk mengetahui bahasa tubuh yang sedang dipraktikkan dalam proses komunikasi tersebut.





AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.







TUGAS P5 D13

  H13

SABTU 26 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 81 sampai dengan 87.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:


1. Pseudolistening

Pseudolistening (baca: sudolisning) adalah berpura- pura mendengarkan orang lain. Jenis ini sering terjadi ketika kita mendengarkan orang lain, namun pikiran kita melayang entah ke mana. Mendengar pseudolistening sering dilakukan ketika kita tidak tertarik dan tidak paham dengan isi pembicaraan, namun harus tetap terlihat baik agar tidak melukai perasaan mitra bicara. Anggaplah seakan-akan mitra bicara sedang bicara dengan sebuah patung. Anda bisa melihat wujudnya, namun ia tidak ada di sana.

2. Monopoli pembicaraan

Monopoli pembicaraan dilakukan oleh orang yang biasanya aktif berbicara daripada aktif mendengarkan. Ada dua taktik yang biasa dilakukan saat terjadi obrolan. Yang pertama, pendengar mengubah arah percakapan, seperti contoh berikut. A: Aku lelah ngurusin pacarku...

B: Iya susah banget ngurusin pacar. Pacarku tuh sukanya ngelakuin ini, terus itu, nyebelin banget, kan! Pernah dia bla bla bla...

A: Iya, padahal aku juga butuh diperhatiin.

B: Kamu kan bisa ngomong ke dia. Aku tuh kalau ngomong sama pacarku malah jadi bla, bla, bla...

Terlihat bagaimana A yang perlu bercerita ke B, namun B tidak tertarik dengan apa yang dibicarakan oleh A. B hanya membicarakan diri sendiri pada akhirnya A lah yang mendengarkan B. yang

Taktik yang kedua adalah menginterupsi dan mengubah topik pembicaraan. Biasanya orang yang melakukan ini akan menolak argumen mitra bicara, lalu mengganti topik pada hal lain yang menarik perhatian si pendengar. Kedua taktik merupakan hal yang berkebalikan dari sikap mendengarkan yang baik

3. Selective Listening

Selective listening yaitu memilih fokus hanya pada beberapa bagian tertentu dari percakapan. Namun secara naluriah, kita tidak mungkin mendengarkan seluruh bagian cerita, misalnya Cila menghindari percakapan mengenai hubungan asmaranya. Proses memilih apa yang mau didengarkan terjadi ketika kita berhadapan dengan informasi yang ingin kita hindari, misalnya seorang perokok menghindari berita mengenai kasus kematian racun nikotin. Kita semua memiliki informasi yang ingin dihindari, namun tidak baik apabila kita terlalu memilah semua informasi

4. Defensive Listening

Mara dan Nari adalah sepasang sahabat. Ketika Nari ulang tahun, Mara memberikan tas kepada Nari sebagai hadiah. Nari melihat tas yang diberikan Mara dan berkata, "Wah, tasnya lucu banget. Ini sama seperti yang diberikan Rani, hanya lebih sederhana!" Mara pun menanggapinya dengan berkata, "Wah, maaf ya kalau terlalu sederhana. Tahun depan aku berikan kado yang lebih bagus deh!" Pernyataan ini merupakan bentuk dari defensive listening. Kita merasa orang lain tidak menyukai diri kita, walaupun mungkin orang lain tidak berniat begitu.

5. Ambushing Listening

Ambushing adalah proses mendengarkan dengan saksama, tetapi bertujuan untuk menyerang mitra bicara. Pendengar yang ambushing akan memerhatikan dengan detail setiap hal yang Anda bicarakan dan mencari celah untuk menyerang. Biasanya ambushing dilakukan saat sesi tanya jawab dalam presentasi. Ingat ya, kita sedang belajar melakukan komunikasi dengan cara mendengarkan, bukan melakukan debat kusir untuk melihat siapa yang menang dan siapa yang kalah.

6. Literal Listening

Bentuk terakhir non-mendengarkan adalah literal listening, yaitu hanya mendengarkan dengan fokus pada isinya saja, tanpa memerhatikan hubungan. Ketika mendengar secara harfiah, kita menjadi tidak peka dengan perasaan orang lain dan hubungan kita dengan mitra bicara. Model ini membuat kita tidak berusaha memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan.

Perlu disadari, secara sengaja maupun tidak sengaja, kita pernah melakukan atau bahkan sering kali tidak mendengarkan orang lain sedang berbicara. Dalam bab selanjutnya akan dibahas mengenai cara mendengarkan dengan baik dan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kehilangan fokus ketika berbicara dengan orang lain.  









AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.



TUGAS P5 D12

  H12

JUMAT 25 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 74 sampai dengan 80.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:


Kemampuan Membaca Situasi

Pada bab ini, kita akan membahas mengenai bagaimana cara mengasah kemampuan membaca situasi. Salah satu teman penulis, sebut saja Anggrek, memiliki penampilan fisik dan kepribadian yang cenderung lebih unik daripada yang lain. Anggrek memang terlihat tidak peduli dengan lingkungan tempat ia berkuliah. Pakaian Anggrek tidak pernah modis atau rapi. Anggrek juga terlihat sering dihindari teman-teman seangkatan. Karena penasaran, akhirnya penulis bertanya kepada orang-orang yang mengenal Anggrek. Berikut rata-rata jawaban dari mereka yang mengenai pribadi Anggrek.

"Nggak nyambung kalau diajak ngobrol."

"Tidak kenal tempat."

 "Tidak bisa menyesuaikan diri sama teman lainnya."

"Gak jelas apa yang dia omongin"

Penulis tidak pernah melihat Anggrek dibully Penulis juga tidak melihat adanya tindakan Anggrek yang berlebihan di depan umum. Apa yang terjadi dengan Anggrek juga tidak bisa penulis pahami dari sisi psikologis, namun penulis tahu bahwa Anggrek mengalami masalah dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, termasuk membaca situasi di sekitarnya. Bagaimana dengan Anda?


Situasi memiliki persamaan arti dengan keadaan. Membaca situasi bukanlah keahlian yang bisa didapatkan hanya dengan membaca buku, namun diperlukan kepekaan terhadap sebuah keadaan tertentu. Beberapa contoh dalam budaya Indonesia, melayat orang yang meninggal sebaiknya tidak menggunakan baju berwarna merah karena warna merah melambangkan kesenangan dan kebahagiaan. Apa yang terjadi jika Anda memakai warna merah saat melayat? Orang-orang akan melihat kepadamu dengan tatapan aneh. Mungkin jika orang- orang cukup peduli, ada juga yang akan menegur Anda untuk mengganti baju. Contoh lain, Anda diajak ke pesta pernikahan. Anda datang dengan mengenakan kaus oblong, celana jeans model bolong-bolong, dan sandal jepit. Apa reaksi orang- orang yang melihat pakaianmu? Bisa jadi, keamanan bahkan tidak mengizinkan Anda masuk ke dalam ruangan pesta.











AFIRMASI

Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.

TUGAS P5 D11

  H11

KAMIS 24 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 66 sampai dengan 73.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:

1. Universalism vs Particularism

(Bagaimana orang menghadapi hubungan)

Universalism

Orang yang berfokus pada hukum aturan, nilai, dan kewajiban sering kali tidak mengutamakan hubungan dengan orang lain. Orang-orang yang menganut universalism cenderung konsisten dan menepati janji. Mereka orang-orang yang kelihatan kaku karena semua dilakukan berdasarkan prosedur. Namun dengan begitu, keputusan mereka akan jelas dan tepat.

Particularism

Orang yang melihat dengan cara particularism akan melihat dan memberi keputusan sesuai dengan kondisi yang ada. Mereka tidak didikte dengan aturan karena orang-orang particularism ini bersifat fleksibel. Mereka akan menghargai suatu hubungan dan memberikan waktu mereka untuk membangun relasi dengan orang lain agar dapat memahami orang tersebut.

2. Individualism vs Communitarianism

(Bagaimana orang berhubungan dengan orang lain)

Individualism

Seseorang yang menganut paham individualisme lebih mementingkan kebebasan dan pencapaian yang didapat dari usaha sendiri. Mereka menekankan orang-orang untuk menjadi kreatif dan dapat belajar dari kesalahan mereka sendiri. Budaya ini diterapkan di Amerika dan Inggris. Biasanya, ikatan tentang kekeluargaan menjadi tidak begitu penting. Yang menjadi fokus adalah keluarga inti, bukan keluarga besar. Anak-anak diajarkan untuk memilih keputusan mereka sendiri sejak dini dan mencari jawaban mereka sendiri.

Orang-orang yang individualis seperti di Amerika mengekspreksikan kebebasan dengan pergi kemanapun tanpa bergantung dengan jadwal fasilitas transportasi (seperti bus atau kereta).

Communitarianism

Orang-orang communitarianism percaya bahwa mereka tidak dapat berjuang sendiri sehingga memutuskan untuk membentuk kelompok. Mereka berpikir bahwa lebih penting dibandingan individu. Ketika seorang anggota terus mengikuti kelompok, kelompok akan memberikan rasa aman dan bantuan bagi orang tersebut. Kelompok ini memiliki ciri khas tertentu. Di Indonesia, salah satu contohnya adalah penggunaan marga. Marga menunjukkan bahwa Anda adalah bagian dari sebuah anggota keluarga besar.




AFIRMASI
Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.


Rabu, 23 November 2022

TUGAS P5 D10

  H10

RABU 23 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 60 sampai dengan 65.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:


 Belajar Tepat Waktu

Di Indonesia, dikenal istilah budaya "jam karet" yang berarti kelonggaran waktu untuk terlambat. Jika janji bertemu pukul 10, maka pukul 10.30 baru datang, atau bahkan pukul 11 baru tiba, dan kebiasaan tersebut bukanlah masalah besar. Kenyataannya, hal ini merupakan kebiasaan buruk yang perlu dihindari. Waktu adalah hal yang tidak dapat diulang, ataupun diperlambat, karena waktu akan terus berjalan. Datanglah tepat waktu menunjukkan bahwa kita dapat menghargai waktu orang lain dan waktu yang kita miliki sendiri.

Muncul pertanyaan "lalu bagaimana kalau dia yang tidak tepat waktu?". Dalam hubungan pertemanan, ada yang namanya pengorbanan dan keuntungan. Hubungan juga terjalin karena adanya pengorbanan dan keuntungan. Jika temanmu memang selalu merugikanmu dalam banyak hal, hubungan tersebut bukanlah hubungan pertemanan, namun hanya ingin memanfaatkan orang lain saja. Teman yang baik tidak hanya menemani, namun membuatmu tumbuh menjadi lebih baik. Tepat waktu merupakan salah satu tolok ukur, apakah temanmu dapat menghargai waktumu dan waktu miliknya. Jadi, jika temanmu terlambat, katakanlah dengan baik bagaimana agar tepat waktu untuk saling menghargai waktu yang dimilikinya. Pertemanan yang baik akan berusaha membentuk pribadi yang lebih baik, namun pertemanan yang buruk hanya akan menyalahkan atau membela diri sendiri tanpa melakukan perubahan.







Yeeeyy...Pada hari ini tanaman tomatku daunnya mulai tumbuh kembali, semoga kali ini mereka dapat berjuang melawan ayam yang lewat pada siang hari dan hujan pada malam hari.



REFLEKSI HARI INI:
Pada hari ini saa mendapatkan suatu pengertian dari tema Romo Novi hari ini "kerja untuk hidup, hidup utuk kerja" apapun yang kita pilih dari kedua pilihan tersebut akan tetap memberikan kita hasil sama sesuai dengan tujuan diri kita.





AFIRMASI
Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.






Selasa, 22 November 2022

TUGAS P5 D9

  H9

SELASA 22 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 53 sampai dengan 60.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:

Membangun Kepercayaan Orang Lain


Kesan pertama hanya butuh waktu yang singkat bagi seseorang untuk menilaimu ketika bertemu pertama kali. Kesan pertama akan terus tinggal di diri orang tersebut dan tidak sulit berubah dan ditarik kembali. Dalam waktu yang sangat singkat, orang lain akan menilaimu berdasarkan penampilan, bahasa tubuh, sikap, dan cara berpakaian kita. Dalam dunia pekerjaan maupun hubungan antar-pribadi, kesan pertama menjadi sangat penting karena dapat menentukan ke arah mana hubungan itu berjalan dan menentukan hubungan tersebut akan berlanjut ataupun tidak.
















sejujurnya pada harike 9 ini yang layu bukan tanaman tomat saya tetapi diri saya sendiri yang telah lelah dengn seluruh kegiatan yang meleahkan pada hari ini, sekilan keluh kesah dari saya hari ini.







AFIRMASI
Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.






Senin, 21 November 2022

TUGAS P5 D8

   H8

SENIN 21 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 47 sampai dengan 53.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:


Manfaat Lebih Banyak Mendengarkan daripada Banyak Berbicara

Ada perbedaan makna kata yang sangat mendasar antara kemampuan mendengar dan mendengarkan. Mendengar adalah sebuah proses di mana alat indra pendengaran kita (telinga) menangkap suara dan meneruskannya ke otak yang dilakukan tanpa disengaja sebagai pertanda berfungsinya alat pendengaran kita. Sedangkan mendengarkan adalah sebuah proses mendengar yang dilakukan secara sengaja dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu dan mendapatkan informasi dari apa yang kita dengar.

Pada zaman sekarang ini, menjadi pendengar yang baik sangat diperlukan supaya senantiasa tercipta keharmonisan dalam segala aspek kehidupan, seperti dalam lingkup keluarga, pekerjaan, dan di lingkungan tempat tinggal kita. Untuk menjadi pendengar yang baik, banyak hal yang harus diperhatikan, misalnya memiliki konsentrasi yang baik, jangan terlalu banyak berbicara, bersikap rendah hati, dan objektif.

Namun pada kenyataannya, saat ini banyak orang memiliki ego yang tinggi. Mereka lebih suka menceritakan dirinya sendiri daripada mendengarkan orang lain berbicara. Padahal ketika menjadi pendengar yang baik, sesungguhnya ada banyak hal positif yang akan kita dapatkan. Oleh karena itu, berikut ini akan dijelaskan beberapa manfaat dari lebih banyak mendengarkan daripada banyak berbicara.












AFIRMASI
Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.




TUGAS P5 D7

   H7

Minggu 20 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 41 sampai dengan 47.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:


Mengapa Orang Mendengarkan?

a) Mendengarkan untuk informasi

Proses ini biasa terjadi di ruang kelas, seminar, ataupun tempat kursus, kita mendengarkan untuk mendapatkan pengetahuan atau mendapatkan informasi yang berguna bagi kehidupan kira.

b) Mendengarkan untuk mendapatkan saran

Proses ini biasa terjadi dalam hubungan yang lebih bersifat pribadi ketika kita ingin mendengarkan pendapat orang lain atas hal yang terjadi pada kita

c) Mendengarkan untuk membantu orang lain

Proses ini terjadi ketika kita mendengarkan degan tujuan untuk membuat orang lain lebih lega, lebih tenang, atau mengurangi rasa takut, tegang, ataupun khawatir.

d) Mendengarkan untuk memahami budaya lain

Proses ini terjadi jika di antara dua pihak yang melakukan komunikasi memiliki budaya yang berbeda. Misalnya, Anda mendengarkan teman yang berbeda agama, suku, ras, golongan, dan tentu dilakukan dengan pikiran terbuka.

e) Mendengarkan untuk mendapatkan kesenangan Pribadi

Kalau yang ini jelas hanya untuk hiburan saja. Mendengarkan lawakan ataupun gossip juga termasuk pada bagian ini.


Pada hari ke 7 ini saya pergi ke luar kota, oleh karena iti tomat saya cuman saya siram di pagi hari dan malam hari saat saya sudah pulang. Untungnya tomat saya mau bertahan hidup.




AFIRMASI
Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.



Sabtu, 19 November 2022

TUGAS P5 D6

   H6

sabtu 19 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 33 sampai dengan 40.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:

Peringatan!
Hindari saran yang terkesan memaksa dan jangan menyela pembicaraan dengan bertanya atau bercerita tentang pengalaman pribadi.

Cobalah untuk tidak berbicara terlalu banyak ketika mitra bicara Anda sedang membicarakan hal-hal yang penting. Mereka mungkin sedang memercayakan rahasia berharganya kepada Anda, dan jika Anda tidak mendengarkan dan malah tidak memedulikannya, maka mereka tidak akan mengatakan segalanya kepada Anda lagi sehingga dapat merenggangkan hubungan pertemanan Anda. Jika subjeknya sangat penting, maka Anda harus menggunakan komentar yang berhubungan lengan ekspresi wajahnya dan berusaha untuk sepedapat dengannya.

Meskipun cerita yang dia ceritakan terlalu panjang, namun sebisa mungkin Anda tetap mendengarkan dan memerhatikannya. Dengan begitu, hal ini memperkuat hubungan antara Anda dengannya.
Jika Anda mencari respons sebelum mitra bicara selesai bicara, berarti Anda tidak benar-benar mendengarkan. Cobalah menunggu sampai mereka selesai bicara untuk menyatakan pendapat Anda.
Jangan hanya berkata "uuh huh', 'ya', 'ho,oh' atau menganggukkan kepala saja karena mitra bicara akan menganggap Anda tidak benar-benar mendengarkan.
Pertahankan kontak mata. Jika Anda tidak melihat mata mitra bicara, mereka bisa saja merasa bahwa Anda tidak benar-benar mendengarkannya.
Kosongkan pikiran Anda dan berikan perhatian penuh kepada mitra bicara. Cobalah untuk tetap fokus, seolah Anda sedang mempertaruhkan segalanya.






















AFIRMASI
Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab.


  


TUGAS P5 D5

 H5

Jumat 18 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 25 sampai dengan 33.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:


Mengetahui Apa yang Harus Dikatakan Dalam Memberikan Tanggapan Yang Tepat

Tunggu pembicara untuk terbuka. Ketika memberikan respons konstruktif, pendengar yang aktif harus sabar dan membiarkan seorang pembicara mengumpulkan semua pikiran, perasaan, dan idenya. Pertama, membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya. Jika Anda menekan pembicara dan menanyakan terlalu banyak hal yang bersifat pribadi, maka dapat menimbulkan dampak negatif dan bisa membuat pembicara merasa tertekan dan ragu untuk memberikan informasi, dengan topik pembicaraannya, setidaknya hormati dan dengarkan apa yang sedang dibicarakan.
Dengarkan secara aktif untuk menunjukkan perhatian Anda. Mendengarkan dengan aktif perlu melibatkan respons semua gestur tubuh dan raut wajah. Anda dapat diam untuk memastikan bahwa Anda mendengar setiap kata yang dikeluarkan pembicara.







Karena pada hari ke 4 tanaman tomat saya yang dari sekolah telah gugur dalam berjuang, saya memustuskan utuk menganti tanman tomat saya dengan yang baru. Ya meskiun enga baru sih, saya cuman mengambilnya dari halaman belakang rumah orang tua saya karena mereka bilang jika punya bibit tanaman tomat, jadi ya sudah saya ambil saja. 
Semga kedua tomat baru saya ini dapat bejuang lebih bai]k dari pada para almunmi tomat yang lain. Meskipun tanaman tomat yang ini daunnya sudah hilang karena dimakan  oleh ayam.

 

AFIRMASI
Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab










Kamis, 17 November 2022

TUGAS P5 D4

  H4

Kamis 17 November 2022

Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

Pada hari ini saya melanjutkan bacaan saya kermarin, pada hari ini saya mulai baca buku dari halaman 19 sampai dengan 25.

Ini merupakan rangkuman serta refleksi saya dari bacaan saya hari ini debagai berikut:


Mengetahui Apa yang Harus Dikatakan

Pertama.

Diam mendengarkan. 
Mungkin ini merupakan hal yang biasa, tetapi salah satu masalah terbesar dalam mendengarkan adalah keinginan untuk menyuarakan kata hati yang impulsif. Begitu juga banyak orang yang mengekspresikan empati palsu dengan menceritakan pengalaman pribadi. Respons mendalam bisa saja membantu, tetapi sering kali digunakan dan disalahgunakan.
Singkirkan dahulu keinginan Anda dan tunggu sampai lawan bicara Anda mengutarakan pikirannya dengan cara mereka.


Kedua.

Tanyakan pertanyaan yang berarti dan juga memberdayakan. Hindari menyelidiki lawan bicara Anda.
Tetapi, arahkan pertanyaan yang dapat membuat pembicara menyimpulkan kesimpulannya sendiri tentang masalah tersebut. Hal ini juga akan membantu pembicara mencari kesimpulan tanpa menghakimi ataupun juga memaksa.

Contohnya sebagi berikut
a. Saat Anda menunjukkan empati, waktunya untuk memberdayakan. Ulangi pertanyaan yang Anda tanyakan. Misalnya, "Anda tidak senang disalahkan. Tetapi saya tidak mengerti mengapa Anda merasa bersalah."

b. Menanyakan pertanyaan dengan sikap seperti diatas akan memaksa pembicara untuk merespons dengan cepat mengenai kekurangan Anda ketika memahami sesuatu. Dalam merespons, pembicara akan mulai mengubah respons emosional menjadi respons yang lebih logis dan konstruktif.









Ya, seperti yang dapat dilihat pada hari keempat ini tomat yang saya rawat tampaknya telah gugur dalam perjuangannya melewati banyak rintangan selama beberapa hari ini.

 Ya... dan aku nulis ini karena aku engga tau mau nulis apa(mohon maaf saya sudah ngantuk dan lelah jadi engga tau mau mikir apa atau nulis apa).
Sekian dari saya, saya Bon pamit undur diri. Termakasih.


 

AFIRMASI
Saya bahagia, saya disiplin, saya bertanggungjawab. 
Mulai saat ini dan seterusnya saya akan bahagia, disiplin, dan bertanggung jawab